10 Istilah Hosting yang Perlu Diketahui

10 Istilah Hosting yang Perlu Diketahui

WordPress adalah salah satu platform blogging paling populer di dunia. Berdasarkan data dari w3school, lebih dari sepertiga website yang mereka data menggunakan software buatan Automattic tersebut.

Dibandingkan dengan platform blogging lainnya, WordPress memang memiliki banyak kelebihan. Terutama pada fiturnya yang melimpah namun tetap mudah digunakan untuk pemula sekalipun.

Sayangnya untuk menggunakan WordPress dibutuhkan hosting dan domain, beda dengan platform blogging gratis seperti Blogger. Bagi yang baru pertama kali memakainya, akan ada banyak istilah asing yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli hosting.

Nah, kira-kira apa saja sih istilah dalam hosting yang harus diketahui pemula? simak daftarnya berikut ini yuk!

  1. Disk Space. Sama seperti hard disk pada komputer, disk space adalah istilah yang diberikan pada kapasitas ruang penyimpanan data-data website pada web hosting. Data disini bisa berupa file instalasi, gambar, video, aplikasi, script, program dan lain sebagainya.
  2. SSD Disk Space. Sama seperti disk space, bedanya sudah menggunakan teknologi SSD yang memiliki performa jauh lebih baik dibanding hard disk biasa.
  3. Bandwidth. Bandwidth adalah jumlah transfer data yang dihitung dalam satuan bit per second (bps). Dengan kata lain, bandwidth merupakan kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam satu detik. Semakin besar bandwidthnya, semakin cepat pula transfer data yang bisa dilakukan melalui server tersebut.
  4. Uptime.  Uptime adalah salah satu istilah dalam web hosting yang sering menjadi pertimbangan penting dalam memilih web hosting. Uptime sendiri merupakan ukuran lama waktu sebuah server hosting dapat memberikan layanan berupa akses pada sebuah website. Semakin besar nilai uptime, semakin bagus pula kualitas server hosting.
  5. CPanel. CPanel adalah sebuah perangkat lunak populer yang berfungsi sebagai alat pengaturan (control panel) website pada sebuah web hosting. Adanya CPanel akan membantu webmaster untuk mengontrol semua fungsi yang berhubungan dengan web hosting seperti e-mail , FTP, PHP, MySQL, security, dan lain sebagainya.
  6. Add on Domain. Fitur yang memungkinkan pemiliknya untuk menambahkan beberapa nama domain sekaligus dalam satu hosting.
  7. Sub Domain. Sub domain adalah nama domain yang dibuat dari nama domain utama. Subdomain umumnya dibuat sebelum nama domain utama dan dipisahkan oleh tanda titik. Sebagai contoh, xyz.domain.com adalah subdomain dari domain.com.
  8. Parked Domain. Parked domain adalah domain yang ditambahkan pada domain utama dan digunakan untuk mengakses atau menampilkan website yang sama dengan domain utama tersebut. Dengan kata lain, pengguna bisa bisa memiliki dua alamat website yang berbeda untuk mengakses satu website yang sama.
  9. File Transfer Protocol (FTP). FTP (File Transfer Protocol) adalah layanan internet yang dirancang untuk membuat sambungan ke server internet tertentu atau komputer, sehingga user dapat mengirimkan file ke server (upload) atau mengirimkan file ke komputer (download). Dalam praktiknya, FTP seringkali digunakan untuk mengupload file WordPress, file berukuran besar, atau sekedar file TXT biasa.
  10. Content Management System (CMS). CMS adalah software yang digunakan untuk membuat website secara otomatis tanpa harus melakukan koding dan pemrograman sendiri. Adanya sistem CMS ini memungkinkan siapa pun untuk menambahkan atau memanipulasi serta mengubah isi dari sebuah website, mulai dari tampilannya, pengolahan data, dan juga pengintegrasian dengan hosting
  11. IP Address. Alamat IP atau IP Address (Internet Protocol Address) adalah nomor yang digunakan untuk mengindentifikasi komputer, server atau alat lain yang tersambung dalam jaringan internal atau internet. Alamat IP ini dapat diibaratkan sebgai alamat komputer kita pada jaringan internet. Format penulisan IP address ini tersusun dalam deretan angka yang dipisahkan dengan tanda titik (misalnya 192.168.9.23).
  12. Domain Name Server (DNS). Menghapal alamat IP satu-persatu tentu akan merepotkan dan sulit diingat. Untungnya ada DNS server yang dapat menerjemahkan domain berupa kata ke dalam alamat IP yang dipahami oleh komputer.
  13. Inodes. Inodes merupakan jumlah file dan folder yang bisa ditampung oleh satu akun hosting. Jika inodes sudah terisi penuh maka tentu saja akan berpengaruh terhadap performa hosting.
  14. MySQL. MySQL adalah suatu sistem manajemen database yang umum digunakan untuk menambah, mengakses dan memproses data dalam sebuah database.
  15. Softaculous. Merupakan suatu fitur auto installer yang dapat digunakan untuk memasang sebuah CMS. Dengan adanya softaculous, pengguna dapat memasang script seperti WordPress, Joomla, atau Magento dengan mudah hanya dalam beberapa langkah saja.
  16. SSH. SSH merupakan Secure Shell yang memperbolehkan pengguna untuk melihat aktivitas server, memonitor server, melihat direktori server, merestart server, hingga melihat job server. Apabila web hosting memiliki fitur ini, maka penggunanya dapat mengakses server yang digunakan via konsol/ terminal.

Seperti bisa dilihat, ada banyak istilah yang berkaitan dengan hosting yang rasanya cukup jarang didengar oleh pemula. Mudah-mudahan kini menjadi lebih jelas dengan adanya dafar istilah hosting di atas,

Suka dengan tulisan yang ada di sini? jangan lupa cek artikel lain dari underscore.home.blog yah!

Leave a comment