Kelebihan SSD dibanding HDD Biasa

Kelebihan SSD dibanding HDD Biasa

Media penyimpanan yang banyak digunakan di komputer dan laptop adalah HDD (Hard Disk Drive). Perangkat tersebut berjenis non-volatile dan menyimpan data pada cakram padat bermagnet.

Selain HDD, kini SSD (Solid State Drive) menjadi media penyimpanan yang semakin populer dan banyak dicari pengguna PC/laptop yang ingin performa yang lebih baik.

Beda dengan HDD, SSD tidak menggunakan cakram besi, melainkan chip flash yang saling terhubung satu sama lain. Boleh dibilang teknologinya tidak jauh berbeda dengan flash drive yang umum kita kenal.

Meski begitu harganya yang cukup mahal masih memuat orang berpikir dua kali untuk bisa menggunakan SSD. Jika kamu masih ragu untuk membelinya, simak dulu yuk kelebihan SSD dibanding HDD berikut ini.

SSD vs HDD, Mana yang Lebih Bagus?

1. Performa

Performa menjadi pertimbangan utama kenapa banyak orang memilih SSD dibanding HDD. Berdasarkan penelitian SSD bisa membaca dan menulis data dengan kecepatan 550 MB/s. Jauh lebih cepat dibanding HDD yang memiliki kecepatan 60 MB/s.

Perbedaan kecepatan ini terjadi salah satunya karena teknologi yang digunakan. HDD perlu waktu untuk bisa memutar piringan metal, sementara SSD menggunakan tenaga listrik agar bisa langsung bekerja.

2. Kompabilitas

sebenarnya tidak ada masalah kompabilitas yang sangat serius jika ingin menggunakan SSD. Hanya saja motherboard yang digunakan perlu memiliki teknologi SATA III agar SSD dapat berjalan pada kecepatan maksimumnya. Namun jangan khawatir jika motherboard hanya support SATA I atau SATA II, karena kecepatan yang dihasilkan masih tetap lebih tinggi dibanding HDD biasa.

3. Kapasitas Penyimpanan

Kapasitas penyimpanan SSD dan HDD hadir dalam banyak varian. Untuk SSD tersedia mulai dari 125GB hingga 4TB. Dan untuk HDD tersedia mulai dari 250GB dan 500GB hingga 20TB.

4. Suhu Hardware

HDD bisa lebih panas dibanding SSD karena ada part yang bergerak di dalamnya. Semakin cepat putarannya semakin tinggi pula panas yang dihasilkan. Hal ini berbeda dengan SSD yang lebih dingin karena tidak memiliki perangkat yang bergerak di dalamnya.

5. Konsumsi Daya

SSD hanya membutuhkan 2-3 watt untuk tetap aktif, sementara HDD butuh 6-7 watt agar tetap bisa beroperasi.

6. Daya Tahan

Untuk masalah daya tahan, SSD jauh lebih kuat dibanding HDD.

Karena menggunakan piringan magnet, HDD sangat sensitif terhadap getaran dan guncangan. Guncangan yang terlalu kuat bisa membuat piringan HDD tergores yang dapat menyebabkan bad sector. Jika kerusakan terlalu parah, HDD bahkan tidak dapat digunakan.

Tidak hanya itu, HDD juga rentan rusak oleh benda lain yang memiliki gaya magnet. Beda dengan SSD yang lebih kebal terhadap magnet.

7. Tingkat Kebisingan

Tanpa adanya part yang bergerak membuat SSD hening, beda dengan HDD yang suaranya bisa terdengar meski tidak masuk kategori berisik. Meski begitu suara HDD bisa saja mengganggu, terutama jika HDD mengalami bad sector yang akan membuat suaranya menjadi berdecit.

8. Harga

Secara umum harga SSD masih jauh lebih mahal dibanding HDD. Perbandingannya bahkan bisa 3 kali lipat tergantung model dan merknya. Sebagai contoh, jika hanya melihat kapasitasnya, salah satu merek ssd terbaik seperti SSD WD Blue 1TB berharga Rp1.8-2.0 juta, padahal HDD WD Blue hanya berharga Rp650-750 ribu saja.

Jadi, HDD atau SSD?

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, tidak ada alasan kenapa tidak menggunakan keduanya. Meski begitu ada beberapa skenario di mana kamu bisa memprioritaskan penggunaan SSD atau HDD.

Sebagai contoh, SSD akan sangat bagus digunakan sebagai media penyimpanan sistem operasi. Dengan begitu data akan dapat diakses lebih cepat dan booting pun butuh waktu yang sangat singkat.

HDD sendiri akan lebih cocok digunakan sebagai media penyimpanan. Selain harga yang lebih murah, kapasitasnya juga lebih besar dan lebih tahan digunakan untuk melalukan proses write dan rewrite berulang-ulang.

Suka dengan tulisan yang ada di sini? jangan lupa cek artikel lain dari underscore.home.blog yah!

Leave a comment