Pengguna baru biasanya akan cukup pusing dalam memilih untuk membeli shared hosting atau VPS. Meski keduanya sama-sama bisa dipakai untuk membuat website, ada banyak perbedaan yang harus diperhatikan sebelum membeli salah satunya.
Sebagian besar situs pribadi biasanya cukup membeli layanan shared hosting saja. Namun jika trafiknya membludak atau ingin membuat website e-commerce, layanan VPS juga patut dipertimbangkan.
Apa Itu Shared Hosting?
Shared hosting adalah jenis hosting yang paling terjangkau, dan paling mudah digunakan, tetapi juga memiliki kemampuan terbatas.
Pada layanan shared hosting, situs web akan ditempatkan pada satu mesin server bersama dengan banyak situs web lainnya. Semuanya akan menggunakan sumber daya server saat mereka membutuhkannya. Penggunaan resource secara bersama-sama inilah yang membuat harga shared hosting menjadi sangat terjangkau.
Sayangnya, karena saling berbagi resource, jika pada suatu waktu salah satu website menjadi sangat populer, situs web semua orang lain di server yang sama mungkin menjadi lebih lambat.
Meski begitu shared hosting tetap menjadi pilihan bagi pemula yang ingin membuat situs baru yang belum memiliki banyak trafik. Selain murah, layanan ini juga sangat mudah dipelajari dan bisa digunakan tanpa mempelajari banyak hal teknis.
Sebagai contoh, layanan shared hosting biasanya sudah dilengkapi dengan perangkat lunak yang disebut cPanel. Dengan panel kontrol ini pengguna dapat mengelola email, menginstal perangkat lunak yang berbeda dengan beberapa klik, menginstal sertifikat SSL Gratis, dan melakukan banyak hal keren lainnya.
Pada saat yang sama, hosting bersama bukanlah pilihan yang baik untuk aplikasi besar dan kompleks yang memiliki banyak trafik yang memerlukan banyak daya pemrosesan, memori server, atau sistem cache kompleks yang mungkin tidak tersedia di shared hosting.
Apa Itu VPS?
VPS hosting sebenarnya mirip dengan shared hosting karena sama-sama berbagi sumber daya dengan website lain di server yang sama. Bedanya, sumber daya server tidak dibagi antar situs web karena masing-masing website akan memiliki sumber daya yang sudah dipisahkan.
Dengan begitu, jika ada beberapa situs web yang mengalami peningkatan trafik, maka website lainnya tidak akan terpengaruh. Keamanan website pun lebih terjamin karena masing-masing pengguna bisa membuat sistem keamanannya masing-masing.
Mana yang Lebih Baik, VPS atau Shared Hosting?
Secara umum kelebihan dan kekurangan VPS serta shared hosting bisa dilihat pada beberapa poin berikut ini:
Kelebihan dan kekurangan VPS
- Lebih mudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan website
- Beberapa VPS menyediakan sistem pembayaran sesuai dengan pemakaian resource
- Mudah diupgrade jika butuh resource yang lebih besar
- Harganya lebih mahal dibanding shared hosting
- Butuh kemampuan teknis untuk bisa mengatur VPS
- Harus bisa menghitung sendiri kebutuhan bandwidth dan storage yang akan digunakan
Kelebihan dan kekurangan shared hosting
- Harganya sangat terjangkau
- Cocok untuk pemula dan sangat beginner-friendly
- Resource yang disediakan sudah lebih dari cukup untuk website dengan trafik yang tidak terlalu tinggi
- Berbagi resource dengan website lain sehingga rentan terkena masalah
- Potensi keamanan yang lebih riskan
- Resource lebih terbatas
Jadi untuk penggunaan pribadi atau website yang masih belum memiliki banyak trafik, layanan shared hosting dengan harganya yang murah sudah lebih dari cukup. Jika kamu butuh rekomendasi, coba cek daftar hosting terbaik di Indonesia.
Namun jika website semakin berkembang dan butuh resource yang lebih besar, tidak ada salahnya memindahkan website ke layanan VPS yang lebih bisa diandalkan. Sebagai rekomendasi, kamu bisa lihat daftar VPS terbaik di Indonesia.
