Menggunakan VPS menjadi salah satu opsi bagi mereka yang menginginkan resource yang lebih besar untuk menunjang peningkatan kinerja website mereka.
Namun bukan hanya masalah resource, kelebihan lain dari VPS adalah eksklusitifiasnya di mana resource yang dimiliki tidak akan tercampur dengan pengguna lain di server yang sama. Hal ini berpengaruh besar pada tingkat stabilitas serta skalabilitas VPS.
Tidak hanya itu, VPS juga memberi penggunanya akses root agar bisa melakukan kutomisasi sesuai dengan kebutuhan website.
Nah, karena kita memiliki akses root, kita memiliki opsi untuk menginstall berbagai operating system untuk menjalankannya. Di sini kamu bisa memilih salah satu di antara VPS Windows atau VPS Linux.
Tapi apa saja perbedaan di antara keduanya?
1. Performa
Meski sangat user-friendly, Windows dikenal lama sebagai bloated software, apalagi bila dibandingkan dengan Linux.
Salah satu penyebabnya adalah banyaknya fitur pada Windows yang mungkin tidak akan diperlukan dalam me-manage sebuah server VPS. Beda dengan Linux di mana kita hanya memasang fitur apa saja yang kita perlukan.
Selain itu Windows juga menggunakan GUI (graphical user interface) yang bisa membuat OS ini memakan lebih banyak resource dibanding VPS Linux.
2. Keamanan
VPS Windows sebenarnya tetap aman selama dikonfigurasi dengan tepat. Namun minimnya celah pada Linux membuatnya memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dan tidak mudah terkena virus, spyware, atau malware yang bisa membahayakan server.
3. Server Access
Ada dua cara yang bisa digunakan untuk mengkases server VPS, yaitu dengan FTP (File Transfer Protocol) dan SSH (Secure Shell).
Saat memakai Linux, server bisa diakses menggunakan kedua cara tersebut. Namun pada server Windows, pilihannya hanya terbatas pada FTP saja.
4. Control Panel
Control panel adalah panel yang digunakan untuk mengkustomisasi dan mengatur pengaturan dan fitur di sebuah website. Beda sistem operasinya, beda pula control panel yang digunakan.
Server Windows menggunakan panel kontrol Plesk yang memiliki interface yang user-friendly. Sementara Linux memiliki pilihan yang lebih beragam seperti cPanel atau Web Host Manager (WHM).
5. Kompabilitas
Perbedaan sistem operasi Windows dan Linux akan membawa perbedaan pada platform virtualisasi hingga bahasa pemrograman dan kerangka basis data yang digunakan.
Hal ini membuat VPS Windows lebih cocok untuk menjalankan aplikasi spesifik Windows seperti C#, ASP.net, ASP Classic, MySQL, Cold Fusion, VB Development atau MS Access.
Sementara Linux sangat kompatibel untuk penggunaan beragam aplikasi open source seperti PHP, Java, Ruby, Python, Perl, ROR, SSH, CGI atau FrontPage Extensions.
6. Support
Support untuk VPS Windows dijamin dan didukung langsung oleh tim IT support dari Microsoft. Sedangkan support untuk VPS Linux bisa didapat dari komunitas open source yang banyak tersedia di internet. namun selain dari kedua sumber tesebut, kamu juga bisa mendapatkan support saat memesan layanan VPS terbaik.
7. Kemudahan Penggunaan
Hal ini sebenarnya tergantung pada kebiasaan. JIka kamu lebih sering menggunakan Windows, maka butuh waktu untuk mempelajari, menggunakan, dan mengubah konfigurasi Linux.
8. Biaya
Satu hal yang perlu diperhitungkan sebelum memilih Linux atau Windows untuk VPS adalah masalah biayanya.
Linux menjadi pilihan tidak hanya karena performanya, tapi juga karena tidak perlu biaya tambahan untuk menggunakannya karena OS ini bersifat open source. Hal ini tentu berbeda dengan Windows yang butuh biaya lisensi.
Baik VPS Windows maupun VPS Linux memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. jadi hal-hal di atas perlu dipertimbangkan sebelum memilih layanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan website dan kemampuan kamu dalam mengelola server.
